Corporate Social Responsibility (“CSR”) merupakan bagian dari manajemen resiko dan manajemen resiko merupakan bagian dari CSR. Apabila kita dapat mengintegrasikan kedua disiplin manajemen resiko dan CSR, maka akan dihasilkan keuntungan dua kali lipat. CSR secara otomatis akan semakin melekat pada proses manajemen sebagai alat strategi pengambilan keputusan pada semua level semua bisnis.
EU mendefinisikan knowledge ekonomi sebagai 4 kunci masa depan, yang secara langsung berhubungan dengan CSR, yaitu :
- Penggunaan elektronik dan ekonomi secara universal – Bisnis Google di China memimpin dalam hal web
- Pemusatan teknologi digital masa depan
- Pertumbuhan internet
- Dan terbukanya pasar telekomunikasi- Perusahaan seperti Nokia yang memperluas pangsa pasar.
Pada diskusi ini, kita menginvestigasi peranan CSR dan manajemen resiko. Tanggung jawab perusahaan adalah memahami tugas mereka yang tidak hanya memperhatikan karyawan namun juga bertanggungjawab pada lingkungan sekitar dan masyarakat sekitar. Kegagalan perusahaan dalam hal ini akan merusak reputasi perusahaan.
Business case pada pengambilan keputusan yang bertanggungjawab secara social dapat digambarkan seperti perlunya CSR untuk dapat diintegrasikan ke dalam bisnis dengan menganalisa value chain, dan ini dibutuhkan perubahan strategi CSR – dari responsive CSR menjadi pro-aktive CSR.
Performansi perusahaan seharusnya diidentifikasi, dimanage, dan dan meminimasi resiko-resiko. Perusahaan membutuhkan perhatian untuk beberapa hal dalam perencanaan strategi palnning : keuntungan distribusi, keuntungan dan value, proses produksi produk dan akses.