Bicara soal perkembangan teknologi emang gak bakal ada matinya. Selalu berubah, berubah, dan berubah. Ada saja hal baru yang ditemukan manusia untuk mempermudah hidupnya. Kira-kira apa lagi ya yang bakal dibuat manusia di masa mendatang.
Buat yang kemarin menggunakan pager, kebayang gak saat itu kalo sekarang kita bisa menikmati ponsel bahkan dengan teknologi 3G. Kalo sekarang kita dengan mudahya mengakses internet, melakukan komunikasi jarak jauh, menggunakan fasilitas ATM, dan lain-lain, gimana dengan yang terjadi 50 tahun yang lalu??? Apakah yang sekarang kita rasakan juga dirasakan oleh orang-orang saat itu?? Jawabannya ya pasti tidak. Nah, kalo gitu, gimana dengan tahun 2050 nanti?? Seperti apa ya kehidupan terutama teknologi informasi saat itu??
Lets imagine..!!!
Bayangkan saja. Semua orang kan bebas berkhayal. Hehehee… Apa yang aku tulis ini juga cuma khayalanku saja. Mungkin aja terjadi, mungkin juga tidak.
Di tahun 2050 nanti jumlah uang beredar di masyarakat akan sangaaat sedikit. Semua kegiatan transaksi dilakukan secara on line. Orang-orang akan lebih memilih menggunakan fasilitas debet dan kredit dari bank. Semua toko, pusat belanja, bahkan di angkutan umum dan pasar tradisional dilengkapi dengan alat untuk mendukung transaksi tersebut. (wah, bukan tradisional lagi donk pasarnya. Hehe..). Kegiatan di bank pun akan sepi, karena akan semakin banyak mesin-mesin ATM yang mampu melayani penyetoran uang, bahkan pengajuan kredit dapat dilakukan on line di mesin-mesin ATM. Atau bahkan mungkin di tahun itu, perdagangan konvensional akan sangat jarang ditemui. Perdagangan apapun dilakukan secara on line.
Alat-alat komunikasi yang saat ini digunakan seperti telepon rumah, ponsel, mungkin sudah tidak bisa ditemui lagi. Maksudnya, mungkin saja barang itu masih ada, tetapi bentuk dan fiturnya sudah sangat berbeda. Pada saat itu, mungkin juga sudah tidak ada koran, tabloid dan majalah yang beredar. Media cetak itu sudah berubah wujud menjadi sesuatu yang dapat diakses secara on line. Tapi gak gratis. Penikmat berita harus tetap membayar jika ingin membaca berita, tapi gak semahal seperti sekarang kita membeli koran, majalah, atau tabloid.
Alat untuk mengakses internet pun akan semakin bervariasi. Tidak hanya laptop. Mungkin ada alat yang bentuknya seperti PSP tetapi fungsinya untuk mengakses internet. Lebih portabel, dan dilengkapi dengan fitur-fitur pelenkap lainnya. Akses internet pun tidak akan terbatas lagi. Setiap negara memiliki semacam hotspot tetapi dengan jangkauan yang sangaaaatt luas, yaitu keseluruh wilayah di negaranya tersebut. Atau mungkin setiap negara akan punya satelit khusus. Jadi, dimanapun kita berada di bumi ini, kita akan dapat mengakses internet kapanpun kita mau. (Wew,,asik banget!!!)
Selain akses internet yang bisa dimana dan kapan aja, akan banyak perkembangan lain terjadi yang tidak pernah kita duga saat ini. Apalagi 42 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk suatu perkembangan teknologi.
Aku juga membayangkan kalo di tahun itu, sudah ada alat yang dapat mendeteksi susunan DNA manusia tanpa melukai manusia tersebut. Suatu alat dengan sensor yang langsung dapat membaca DNA. Sensor alat ini akan dihubungkan dengan database kependudukan yang dimiliki oleh negara. Saat kita lahir, data kita awalnya hanya seperti KTP saja. Namun, seiring berjalannya kehidupan kita, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita akan ter-update dalam database itu, seperti pendidikan/sekolah yang pernah kita lalui, masuk rumah sakit, melakukan pelanggaran hukum, perjalanan luar negeri, pindah tempat tinggal, dll. Teknologi ini akan dimanfaatkan diberbagai hal, terutama di dalam kepolisian. Misalnya saja ditemukan anak hilang, dengan alat ini akan dapat langsung diketahui siapa dia, orang tuanya, tempat tinggalnya, sehingga dapat langsung dikembalikan ke asalnya. Atau mungkin seperti yang marak saat ini, yaitu penemuan mayat atau potongan tubuh manusia. Dengan teknologi ini, dapat langsung teridentifikasi siapa mayat tesebut, atau potongan tubuh itu milik siapa. Hehehe.. Teknologi semacam itu juga akan dimanfaatkan untuk daftar hadir di sekolah, kampus, bahkan di tempat kerja.
Nah,, itu sebagian dari apa yang aku bayangkan terjadi di tahun 2050. Mungkin bagimu hal itu terlalu tidak masuk akal, atau mungkin malah menurutmu itu akan terjadi sebelum 2050. Atau, kamu punya khayalan lain tentang 2050, semuanya terserah kamu. Hehehe..
tren seperti yang disebutkan pada postingan mbak caletheia ini sudah dimulai lho, tengok saja jepang dan amerika. jadi, tidak perlu menunggu sampe 2050 pun, yang di khayalan mbak caletheia ini sudah akan jadi kenyataan…
salam.